Recent Post
Merger Maskapai Mulai 2011, RAL Siap Tambah Armada

Aktivitas merger antar maskapai penerbangan diprediksi akan terjadi tahun depan, itu menyesuaikan dengan UU No.1/2009 tentang Penerbangan. Tapi PT Riau Airlines (RAL) optimis untuk mandiri dengan menambah pesawat baru.
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Tri S. Sunoko seperti dilansir Bisnis.com, Senin (11/1/2010) memperkirakan, aktivitas penggabungan usaha dan aliansi antarmaskapai reguler itu merupakan persyarat untuk memenuhi minimal pengoperasian 10 unit pesawat.
“Tahun ini barangkali belum, mungkin tahun depan baru kelihatan maskapai yang pada kawin atau merger,” kata Tri.
Menurut Tri, dengan adanya UU tersebut, jumlah maskapai penerbangan reguler mengalami penurunan. Diprediksikan terjadi mulai 2012, menyusul pemberlakukan UU Penerbangan yang mewajibkan maskapai mengoperasikan 10 unit pesawat. Maskapai yang mengoperasikan pesawat di bawah 10 unit pesawat dipaksa untuk merger dengan maskapai lain. Selain itu, maskapai berjadwal yang mengoperasikan pesawat hanya lima unit akan ditawari menjadi maskapai carter.
Terkait rencana itu, Dirut PT RAL, Teguh Triyanto mengatakan, akan menambah tiga pesawat pada tahun ini. Hal tersebut untuk memenuhi persyaratan regulasi dalam UU Penerbangan dan mengembangkan bisnis.
Sampai saat ini, maskapai yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemprov Riau memiliki tujuh unit pesawat. Yakni dua unit pesawat Avro RJ-100 dan sisanya Fokker-50. Ia mengatakan, pihaknya memilih pesawat yang sesuai dengan pengembangan bisnis sebagai maskapai feeder di Pulau Sumatra.
Menurut Teguh, saat ini, pihaknya akhirnya menutup rute penerbangan Jakarta-Pekanbaru sejak 6 Januari. Pasalnya pembukaan rute tersebut terus merugi dan tidak bisa bersaing dengan maskapai lain. Penutupan rute itu merupakan bagian strategi untuk mengembalikan maskapai yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov Riau sebagai pemain utama di rute pendek potensial.
“Kami kembali fokus sebagaimana visi dan misi RAL pada awal sebagai feeder airline atau maskapai yang melayani rute pendek. Kami kuatkan dulu Sumatra,” katanya.
Dia menjelaskan, penutupan rute Jakarta-Pekanbaru dilakukan mengingat biaya operasional di rute itu cukup tinggi. Sedangkan harga tiket RAL sulit bersaing dengan harga pasar maskapai lainnya yang memiliki pesawat berkapasitas lebih besar. (sumber riaubisnis.com)
Silahkan kunjungi tempat usaha anda:
GERAI PENDIDIKAN GERAI KULINER GERAI KESEHATAN GERAI TEKNOLOGI GERAI OLAH RAGA GERAI LELANG GERAI WISATA GERAI HIBURAN GERAI OPINI GERAI GAMES GERAI LOWONGAN








