GeraiBisnis.com – Trust Your Business


featured posts




SEO
online counter

Recent Post

  • 27-03-2011 How To Diet To Lose Weight And Keep It Off 0 comment
  • 27-03-2011 A weight loss secret behind every single diet program in the whole wide world 0 comment
  • 25-03-2011 You Need Your Own Domain Name 0 comment
  • 25-03-2011 Internet Marketing Tips For The Newbie Marketer 0 comment
« Depkeu Tunjuk 8 Bank Salurkan Dana APBN 2010 Hingga 2012
Gus Dur di Headline Media Massa Belanda »
posted by geraibisnis
Tuesday, December 29, 2009

Industri Sepatu Siap ‘Menangis’ Hadapi AFTA

Sepatu-Dalam

Jakarta – Menjelang awal tahun 2010, industri sepatu dalam negeri menyiapkan diri dengan lonjakan impor produk asal China. Dengan penerapan pembebasan bea impor, industri sepatu dalam negeri diperkirakan akan menangis.

Menurut Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko Nugroho, kebijakan pembebasan bea impor antara Indonesia dengan China sangat merugikan. Terlebih untuk industri sepatu dalam negeri.
Indonesia, sampai saat ini belum bisa menyaingi harga produksi sepatu asal China. Untuk produktifitas tenaga kerja pun, Indonesia masih jauh tertinggal. Menurutnya, angkatan kerja Indonesia hanya 60% dari yang warga China miliki.

“Produksi sepatu China US$ 2. Bagaimana ini bisa tersaingi oleh kita. 90% pelaku industri kita adalah di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Harga produksi sulit untuk menyaingi,” katanya kepada detikFinance di kantornya Jalan Gator Subroto, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Dari hasil studi yang LIPI lakukan, pengrajin sepatu asal Cibaduyut, Bandung, sudah mengeluh dengan sepinya pembeli. Ini termasuk angka penjualan yang semakin menurun. Hal yang sama juga diakui pengrajin alas kaki asal Surabaya.

“Bahkan, saat ini mereka sudah mengkombinasikan produk sepatu lokal dengan produk asal China. Belum AFTA dengan China saja, kita sudah kedatangan banyak produk ilegal. Sulit untuk bersaing,” ujarnya.

Dengan analisa sederhana, lanjutnya, Indonesia dinilai belum siap jika harus head-to-head dengan China. “Ekspor kita ke China didominasi oleh produk Migas (minyak, gas alam). Sedangkan China kirim barang ke Indonesia, produk-produk non migas, produk jadi, seperti sepatu, garmen, dan lain-lain,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, saran Agus, yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan meminimalkan produk ilegal yang masuk ke dalam negeri. Selain itu, kebijakan non tarif lainnya adalah, penerapan standar produksi nasional, dan pelabelan produk UMKM.

“Ini bukan hambatan tarif ya. Namun ini bentuk lain untuk menjaga produk dalam negeri. Minimalkan produk ilegal, juga penerapan standar produksi. Label juga telah dilakukan di industri kecil, dan Badan POM, khusus untuk produk-produk obat dan makanan,” paparnya.

Penerapan sertifikasi halal juga jadi cara ampuh untuk memproteksi produk dalam negeri. Seluruhnya untuk mengantisipasi lonjakan impor yang kemungkinan besar terjadi awal Januari 2009.(sumber detik.com)

Silahkan lihat:
gerai keuangan gerai properti gerai otomotif gerai industri gerai promosi gerai

HALAMAN UTAMA

facebookpsd facebookpsd facebookpsd

banner-harga-iklan ban-mini-iklan ban-mini-register

This entry was posted on Tuesday, December 29th, 2009 at 7:59 pm and is filed under gerai industri. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Click here to cancel reply.

Categories

  • Business
  • gerai games
  • gerai hiburan
  • gerai iklan laris
  • gerai industri
  • gerai kesehatan
  • gerai keuangan
  • gerai kuliner
  • gerai olah raga
  • gerai opini
  • gerai otomotif
  • gerai pendidikan
  • gerai pertanian
  • gerai promosi
  • gerai properti
  • gerai teknologi
  • gerai wisata
© 2009 GeraiBisnis.com - Media Informasi dan Promosi