Recent Post

JAKARTA (RP) – Melejitnya kinerja pasar modal membuat pundi-pundi kekayaan para taipan menggelembung kencang.
Dalam setahun terakhir, indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat 115 persen atau terbaik kedua di Asia setelah Bursa Efek Shenzhen, Cina. Tak heran bila total aset 40 orang terkaya di tanah air juga naik lipat dua bila dibandingkan dengan Desember 2008.
Menurut laporan terbaru majalah bisnis Forbes, total aset 40 orang paling tajir di Indonesia meningkat dari 21 miliar dolar AS (sekitar Rp197,4 triliun) akhir 2008 menjadi 42 miliar dolar AS (sekitar Rp394,8 triliun) tahun ini. Dari sejumlah nama itu, harta sembilan konglomerat tercatat melonjak lipat tiga daripada tahun lalu.
Salah satu yang fenomenal adalah Low Tuck Kwong, pemilik PT Bayan Resources Tbk, yang nangkring di peringkat ke-11 dengan kekayaan Rp10,3 triliun. Hartanya melambung tinggi gara-gara harga saham Bayan meroket 474 persen dalam setahun terakhir. Setali tiga uang, harta bos Grup Bakrie, Aburizal Bakrie juga kembali menggelembung setelah harga saham perusahaannya, seperti PT Bumi Resources Tbk, membaik.
Pendatang baru yang cukup mengejutkan adalah Ciliandra Fangiono, CEO perusahaan kelapa sawit First Resources. Di usianya yang masih 33 tahun, Ciliandra berhasil mengumpulkan harta Rp6,7 triliun. Di posisi puncak, pemilik Grup Djarum, Budi dan Michael Hartono, mendominasi dengan kekayaan Rp65,8 triliun. Selain dari Djarum, kekayaan mereka didapat dari Bank Central Asia (BCA), sejumlah mal dan gedung perkantoran kelas atas, termasuk Grand Indonesia.
Di posisi kedua, pengusaha kelapa sawit Martua Sitorus dengan kekayaan Rp28,2 triliun. Taipan yang menetap di Singapura ini merupakan salah satu pendiri perusahaan agribisnis Wilmar International. Saat ini perusahaan tersebut menjadi salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Asia. Sementara itu, pemilik Gudang Garam Susilo Wonowidjojo berada di posisi ketiga dengan harta Rp24,4 triliun.
Kekayaan mantan Menko Kesra Aburizal Bakrie meningkat dari Rp8 triliun tahun lalu menjadi Rp23,5 triliun pada 2009. Di bawahnya bertengger Eka Tjipta Widjaja bos Grup Sinar Mas yang juga induk PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) yang berkedudukan di Perawang, Siak ini. Total kekayaannya Rp22,6 triliun. Sementara Sukanto Tanoto dengan bendera Raja Garuda Mas (induk PT RAPP) bertengger di posisi kedelapan dengan total kekayaan 17,9 triliun.(wir/luq/oki/fia).riaupos.com
Silahkan lihat:
gerai keuangan gerai properti gerai otomotif gerai industri gerai promosi gerai iklan laris gerai








